• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Sabtu, Juni 6, 2026
Detik Gayo News
  • Login
  • Home
  • News
    • BENER MERIAH
    • GAYO LUES
  • Breaking News
  • OLAHRAGA
  • POLITIK HUKUM & KEAMANAN
  • EKONOMI & WISATA
  • PARLEMENTARIA & SOSOK
  • OPINI
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • BENER MERIAH
    • GAYO LUES
  • Breaking News
  • OLAHRAGA
  • POLITIK HUKUM & KEAMANAN
  • EKONOMI & WISATA
  • PARLEMENTARIA & SOSOK
  • OPINI
No Result
View All Result
Detik Gayo News
No Result
View All Result

Pemerintah Provinsi Aceh Tak Serius Bantu Tangani Bencana di Gayo

detikgayonews by detikgayonews
Januari 24, 2026
in SOSIAL BUDAYA
415 8
0
Lumpur Genangi Badan Jalan, Personel Polsek Lut Tawar Bersihkan Akses Takengon-Bintang
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

*Kontribusinya Dipertanyakan 

Detikgayonewa.com, Takengon | Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera 26 Nopember 2025 lalu, telah meluluhlantakan sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Tak terkecuali dengan Kabupaten Aceh Tengah. Daerah yang berada di Dataran Tinggi Gayo (DTG) ini, sempat terisolasi selama beberapa hari lantaran semua akses darat terputus.

Tidak berhenti sampai disitu. Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor sempat mengurung puluhan desa di Aceh Tengah. Bahkan ada desa yang hilang disapu air bah.

Bencana itu , sudah dua bulan berlalu. Kini, perlahan akses menuju desa-desa terisolir sudah mulai terbuka. Aktifitas warga perlahan kembali menggeliat meskipun belum sepenuhnya nornal.

Namun banyak pihak menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Aceh yang terkesan tidak serius dalam membantu penanganan bencana di Gayo, khususnya di Aceh Tengah.

Kontribusi Pemerintah Provinsi Aceh jauh dari harapan. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, dibantu TNI/Polri, BNPB dan para relawan seakan dibiarkan berjuang memulihkan kondisi dari pascabencana.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang narasumber yang ditemui Detikgayonews.com, Sabtu (24/1/2026). Dia menolak identitasnya dipublikasi, namun ia merupakan salah satu sosok yang terjun menangani bencana.

“Mereka (Pemerintah Provinsi Aceh-red) taunya cuma minta data tetapi kontribusinya minim. Kalau pun ada kerja, tidak sampai tuntas. Baru sebentar kerja, alat beratnya sudah dibawa pulang,” kata sumber ini.

Salah satu bukti, ruas jalan provinsi di Kecamatan Bintang menuju Kecamatan Linge. Sampai hari ini, masih terputus lantaran belum ditangani secara serius oleh Pemerintah Aceh yang notabene memiliki kewenangan menangani ruas jalan itu.

Konon lagi diminta untuk membantu menangani ruas-ruas jalan kabupaten yang hampir merata rusak dan terputus akibat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi Aceh seakan tutup mata dan telinga dan dinilai kurang empati terhadap kondisi masyarakat di wilayah tengah Aceh yang menderita paska bencana alam hidrometeorologi.

Pemerintah Provinsi Aceh dibawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf atau disapa akrab dengan panggilan Mualem ini, dianggap memberikan bantuan hanya sebatas formalitas.

Mereka tidak all out dalam melepas belenggu keterisoliran yang terjadi di Gayo. Berbeda saat di depan layar kaca, seakan Pemerintah Provinsi Aceh telah berjuang membantu para korban bencana, tetapi kenyataannya tidak demikian.

“Kita nggak tahu, apakah pemimpinnya yang lambat atau bawahannya yang setengah hati membantu memulihkan bencana di Gayo. Yang jelas, kontribusi mereka minim,” sambung sumber ini.

Bencana hidrometeorogi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dampaknya dirasakan di 14 kecamatan. Ada 234.710 jiwa ikut merasakan dampaknya. 25 orang meninggal dunia, dan tiga orang diantaranya dinyatakan hilang.

Ribuan warga sempat mengungsi,puluhan ribu rumah rusak. Belum lagi kerusakan infrastruktur dengan rincian 306 ruas jalan rusak, 179 titik jembatan rusak, dan 130 jaringan irigasi terdampak.

Namun akses yang terputus itu, sebagian besar telah dibenahi. Terkecuali untuk jembatan yang terputus dibawa air bah, sebagian diantaranya masih diganti dengan jembatan darurat (sling).

Sikap Pemerintah Provinsi Aceh yang terkesan “apatis” itu, dikhawatirkan akan ditafsirkan sebagai upaya menganak tirikan wilayah tengah, khususnya Gayo.

Banyak pihak mulai menarasikan ketika Pemerintah Provinsi Aceh tidak peduli dengan korban bencana di Gayo, sehingga sudah semestinya Dataran Tinggi Gayo mandiri untuk membuat provinsi sendiri.

“Jangan salahkan jika kami minta mekar, membangun provinsi sendiri dalam bingkai NKRI. Sebab, beginilah jika kita bergantung pada manusia, sudah pasti kecewa, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Aceh,” singgung salah seorang korban bencana. (Yd).

SummarizeShare234
detikgayonews

detikgayonews

Related Stories

Satresnarkoba Polres Aceh Tengah Kembali Gagalkan Peredaran 45 Kilogram Ganja

Satresnarkoba Polres Aceh Tengah Kembali Gagalkan Peredaran 45 Kilogram Ganja

by detikgayonews
Juni 6, 2026
0

Detikgayonews.com, Takengon | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tengah kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja seberat 45,4 kilogram, Jumat (5/6/2026) pagi, sekira pukul 07.00 WIB....

Hati-Hati Buang Sampah Sembarangan, Aceh Tengah Kini Dipantau CCTV

Hati-Hati Buang Sampah Sembarangan, Aceh Tengah Kini Dipantau CCTV

by detikgayonews
Juni 4, 2026
0

Detikgayonews.com | Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus memperkuat upaya mewujudkan daerah yang bersih, nyaman, dan ramah wisatawan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan kamera pengawas...

Bupati Haili Yoga Hadir Dalam Launching Buku Polda Aceh Meutuah, Buku Yang Mengupas Perjalanan Sosok Putra Aceh

Bupati Haili Yoga Hadir Dalam Launching Buku Polda Aceh Meutuah, Buku Yang Mengupas Perjalanan Sosok Putra Aceh

by detikgayonews
Juni 3, 2026
0

Detikgayonews.com | Banda Aceh - Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, hadir dalam kegiatan launching Buku Polda Aceh Meutuah yang bertema Sabee Ta Jaga Aceh Mulia", yang...

Bupati Haili Yoga Serahkan Insentif Guru Mengaji dan Pengurus Masjid, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan

Bupati Haili Yoga Serahkan Insentif Guru Mengaji dan Pengurus Masjid, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan

by detikgayonews
Juni 1, 2026
0

Detikgayonews.com | Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengapresiasi kepada para pejuang pendidikan Al-Qur’an dan penggerak syiar Islam yang telah mendidik generasi Aceh Tengah. Bertempat di Masjid Agung...

Recommended

Rangkul Pemilih Pemula, RRI Takengon Akan Gelar Gerakan Cerdas Memilih

Rangkul Pemilih Pemula, RRI Takengon Akan Gelar Gerakan Cerdas Memilih

Mei 24, 2023
Mengulik Istilah “Retret”, Apakah Relevan Digunakan di Bumi Bersyariat Islam 

Mengulik Istilah “Retret”, Apakah Relevan Digunakan di Bumi Bersyariat Islam 

Januari 31, 2026

Popular Story

  • Polda Aceh Masih Lengkapi Data Terkait Dugaan Kasus Korupsi di Aceh Tengah

    Polda Aceh Masih Lengkapi Data Terkait Dugaan Kasus Korupsi di Aceh Tengah

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Ervan Ceh Kul Rilis Lagu “Sebuku Ni Bumi”, Suara Duka untuk Korban Longsor dan Banjir Bandang

    631 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Merasa tak Dianggap, Pengurus Pordasi Aceh Tengah Mengaku Kecewa

    613 shares
    Share 245 Tweet 153
  • Aceh Tengah Dikepung Bencana, Sembilan Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Pemuda Bale Turunkan Harga BBM hingga Rp 16.000 per Liter di Takengon, Diserbu Warga

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak Kami
2022 © Copyright Detik Gayo News

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami

© 2022 www.detikgayonews.com

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version