Teks Foto : Salah satu kawasan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah
Detikgayonews.com, Takengon | Tercatat ada 4 warga Kabupaten Aceh Tengah yang terbawa banjir bandang serta tertimbun tanah longsor hingga 4 Januari 2026 dilaporkan belum juga ditemukan.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah menyisakan duka mendalam. Selain 4 warga dilaporkan hilang, ada 24 lainnya dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor serta diseret banjir bandang.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun detikgayonews.com, memasuki awal tahun 2026 jumlah warga yang masih mengungsi sebanyak 7.763 jiwa yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Selain itu, ada 30 desa yang masih terisolir di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah lantaran akses yang belum bisa ditembus. Dari 30 desa yang terisolir, dihuni oleh sekitar 14.899 jiwa.
Adapun 4 warga yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan diantaranya Rahmat Bin Musa, warga Pilar Wih Kiri, Kecamatan Rusip Antara. Selanjutnya, Cithya Rizki KA warga Kampung Sadong, Kecamatan Bebesen.
Korban hilang lainnya, Alditya Rizki KA, warga Kampung Sadong, Kecamatan Bebesen dan terakhir, Razulun Irfan, warga Kampung Jongok Meluen, Kecamatan Kebayakan.
Juru Bicara Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh Tengah, Mustafa Kamal, Minggu (4/1/2026) mengatakan, pihak pemerintah terus berupaya untuk membuka kawasan-kawasan yang masih terisolir dengan bekerja secara maksimal.
“Berdasarkan data BPBD memang benar, ada 4 orang yang hilang belum ditemukan. Upaya yang dilakukan saat ini, selain mencari korban, kita juga fokus pada membuka akses yang masih terisolir, ” kata Mustafa Kamal. (Yd).













