Detikgayonews.com, Takengon | Sejumlah pihak menyayangkan keputusan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si yang akan menggelar kegiatan Retret ditengah situasi masih dalam masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Disaat masih adanya warga yang mengungsi serta beberapa desa yang terisolir, orang nomor satu di Aceh Tengah ini justru membuat acara Retret dengan tema peningkatan profesionalisme ASN yang melayani dan bebas korupsi.
Sesuai dengan undangan yang beredar, para peserta diwajibkan hadir dan tidak boleh diwakilkan. Kegiatan itu, akan dilaksanakan di kawasan Rindu Alam, Kampung Jurusen, Kecamatan Pegasing, Sabtu 31 Januari 2026.
Dalam undangan Retret yang ditanda-tangani Bupati Haili Yoga, para peserta diinstrusikan membawa pasangan masing-masing suami maupun istri. Pakaian yang digunakan seragam olahraga serta menyesuaikan.
Peserta yang mengikuti Retret itu, terdiri dari bupati/wakil bupati, para asisten, kepada OPD, camat, para Kabag, Kepala Puskesmas, kepala sekolah jenjang TK, SD, SMP, Direktur PDAM, Direktur PD Tanoh Gayo, Ketua Forum Reje dan Kepala UPTD Museum Negeri Gayo.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Retret itu, diantaranya dimulai dengan senam bersama serta sederet paparan mengenai tugas dan fungsi ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada juga penandatanganan perjanjian kinerja oleh kepala OPD.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah, Ruslan Ramadhan, S.STP membenarkan bahwa Pemkab Aceh Tengah akan menggelar Retret.
Ketika dimintai tanggapannya Detikgayonews.com, Jumat (30/12026), Ruslan Ramadhan mengatakan, bahwa kegiatan Retret tersebut, merupakan upaya penyegaran bagi para ASN paska bencana.
“Bisa dikatakan semacam refresh paska bencana. Agar semangat para ASN kembali bangkit setelah terdampak musibah sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal lagi kedepannya,” kata Ruslan.
Ruslan menambahkan, wajar jika ada yang bertanya mengapa harus dilakukan di saat kondisi masih berstatus tanggap darurat bencana. Pertimbangannya, masih awal tahun sehingga hasil dari Retret tersebut bisa diaplisasikan di tahun 2026.
“Alasannya, agar semua lini bisa bangkit paska bencana. Apakah itu, di sektor pelayanan administrasi, sektor kesehatan dan pendidikan bisa segera bangkit. Selain itu, untuk mengupdate pengetahuan terkait pelayanan,” jelasnya. (Yd).













