Teks Foto : Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie
Detikgayonews.com, Takengon | Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah provinsi di pulau Sumatera, menyisakan duka yang mendalam karena banyaknya korban meninggal dunia, serta hilangnya harta benda yang belum terhitung jumlahnya.
Tak terkecuali dengan Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu daerah terparah di Provinsi Aceh. Akses terputus, puluhan desa terisolir, puluhan ribu masyarakat mengungsi bahkan sejumlah warga meninggal dunia serta beberapa diantaranya dinyatakan hilang.
Untuk memulihkan kondisi paska bencana, semua pihak bahu membahu menbantu warga korban bencana. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten serta para relawan tak kenal lelah, siang dan malam berjuang guna melepas belenggu bencana.
Atas dasar itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Fitriana Mugie, menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus mengaspresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulihan pasca bencana banjir dan tanah longsor.
Bencana yang mengakibatkan kerusakan harta benda hingga menelan korban jiwa di sejumlah desa, telah memicu gelombang solidaritas dari berbagai lapisan masyarakat dan instansi pemerintah.
Untuk itu, Fitriana Mugie mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi cobaan ini.
“Tentu kita semua berduka cita atas bencana yang menimpa masyarakat Aceh Tengah. Semoga kita semua diberikan ketabahan serta kekuatan. Kita berharap Tanoh Gayo segera pulih kembali dari segala sisi,” ujar Fitriana Mugie.
Atas nama pimpinan legislatif Aceh Tengah, Fitriana Mugie mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada jajaran pemerintah pusat hingga daerah yang telah bergerak cepat memberikan bantuan dan atensi khusus bagi Aceh Tengah.
“Saya mengucapkan ribuan terima kasih, terutama kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh jajaran kementerian. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Kapolri, Panglima TNI, serta Pemerintah Aceh, khususnya Bapak Gubernur Muzakir Manaf yang telah memberikan kontribusi penuh untuk pemulihan Aceh, khususnya Aceh Tengah,” tambahnya.
Selain pihak pemerintah, Fitriana Mugie juga menyoroti peran vital para relawan dan donatur yang telah bahu-membahu menyalurkan bantuan logistik maupun dukungan moril di lapangan.
“Kami mengaspresisi peran para relawan, donatur, dan semua elemen, mulai dari pejabat negara hingga masyarakat umum yang telah menyumbangkan donasi maupun sembako bagi para korban terdampak,” sambungnya.
Ia berharap bantuan yang telah disalurkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi amal ibadah bagi mereka yang membantu.
“Semoga sumbangsih ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi ladang amal kelak di kemudian hari,” ucap Ketua DPRK Aceh Tengah ini.
Dia mengharapkan bantuan kepada semua kalangan serta donasinya karena kondisi Kabupaten Aceh Tengah masih terdapat 80 desa yang masih terisolir.
Bahkan untuk diakses dengan kendaraan roda dua saja masih sulit dilalui. Hal ini tentu menjadi beban moral untuk semua.
“Semoga nantinya masih banyak donasi berdatangan untuk warga Aceh Tengah. Baik korban untuk korban langsung serta masyarakat yang terdampak akibat jalur darat masih belum dapat dilalui,” pungkasnya. (Yd)







