Detikgayonews.com, Takengon | Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tengah, Yusnardi, S.Pd menegaskan jika teknis pertandingan pacuan kuda dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI ditangani langsung oleh pihak Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) setempat.
Hal itu ditegaskan oleh Yusnardi dalam pers releasenya yang diterima Detikgayonews.com, Sabtu (6/9/2025) untuk mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Pordasi Aceh Tengah, Helmi Afandy yang menyatakan jika Pordasi tidak dilibatkan dalam even pacuan kuda lalu.
Menurut Yusnardi, pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Pordasi tersebut, tidak benar karena di even pacuan kuda lalu Pordasi terlibat langsung mulai dari persiapan kegiatan sampai akhir.
“Bahkan PORDASI Aceh Tengah terlibat langsung merencanakan perihal pelaksanaan pacuan kuda yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI,” jelas Yusnardi.
Ditambahkan Yusnardi, menyangkut teknis pertandingan pacuan kuda diserahkan secara penuh kepada Komisi Pacu PORDASI Aceh Tengah melalui Ketua Umum dan Ketua Harian PORDASI Aceh Tengah.
“Saya selaku Sekretaris Umum KONI Aceh Tengah yang juga merupakan Sekretaris Panitia Pelaksana Pacuan Kuda bertanya, bagaimana mungkin Pordasi tidak terlibat. Artinya kami mempertanyakan PordasiI Aceh Tengah tidak dilibatkan dalam bentuk bagaimana dan seperti apa?,” tanya Yurnardi.
Perlu digarisbawahi sebut Yusnardi, jika pelaksanaan pacuan kuda yang dinakodai KONI Aceh Tengah sebagai Panitia Besar serta PORDASI Aceh Tengah sebagai Pelaksana Teknis.
“Bahkan didalam kepanitiaan Helmy Affandi merupakan Wakil Sekretaris Panitia dan Jihar Firdaus merupakan Wakil Ketua Panitia Pelaksana, yang menjadi pertanyaan kami tidak dianggap seperti apa,” sambungnya.
Menurutnya tujuan utama KONI Aceh Tengah sebagai Panitia Pelaksana Pacuan Kuda, semata-mata agar PORDASI Aceh Tengah bisa masuk dalam agenda 4 (Empat) Tahunan sekali seperti Pra-PORA dan PORA.
“Tentunya ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan, salahsatunya dengan keterlibatan 11 kabupaten/kota dalam kegiatan pacuan kuda kali ini. Perlu kami sampaikan juga hampir 20 Tahun Pordasi Aceh Tengah tidak pernah sekalipun masuk kedalam agenda Pra-PORA dan PORA,” pungkasnya. (my).
