Detikgayonews.com | Takengon – Berprofesi sebagai Barista atau menjadi penyaji minuman kopi, memang belum menjadi pekerjaan populer di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Profesi ini, masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang di daerah berhawa sejuk itu.
Namun tidak begitu dengan Ruhdi Kin Rezeki. Menurut Owner Atu Tulu Coffee Car ini, menjadi seorang Barista merupakan salah satu profesi bergengsi. Pria kelahiran 13 Desember 1994 di Kampung Belang Gele, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah itu, justru terus mendalami ilmu dalam meracik kopi.
Rudi, panggilan akrab Ruhdi Kin Rezeki, merupakan peraih juara satu di even Barista Mobil Kopi Competition V60 yang diselenggarakan di acara Festival Mobil Kopi dan Produk Unggulan UMKM, di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, pada akhir pekan lalu.
Kemenangan ini, merupakan suatu kebanggaan bagi Rudi, lantaran berhasil menyisihkan belasan peserta lain yang justru memiliki jam terbang lebih tinggi. Pasalnya, Rudi menempati podium satu mengalahkan beberapa peserta yang pernah juara di even tingkat nasional.
Patut diketahui, bahwa even Barista Mobil Kopi Competition V60, diikuti peserta dengan latar belakang yang berprofesi sebagai Barista. Bahkan ada diantara peserta yang pernah menjadi juara satu lomba Barista di Ibukota Jakarta. Dan beberapa diantaranya pernah juara di sejumlah even di Indonesia.
Namun, di ajang Barista Mobil Kopi Competition V60 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Aceh Tengah, tim juri memberikan nilai tertinggi untuk Ruhdi Kin Rezeki, sehingga ia dinobatkan menjadi juara satu dan menyisihkan peserta lainnya.
Disisi lain, agar ilmunya di bidang meracik kopi tidak hilang dan selalu bisa diasah, seorang temannya bernama Iwan, menyarankan agar Rudi dapat membuka usaha menjual minuman kopi yang berbahan baku arabika Gayo. Saran itu, disahuti oleh Rudi dengan membuka usaha mobil kopi dengan nama Atu Tulu Coffee Car.
“Kalau usaha jualan kopi dengan mobil sudah sejak awal tahun 2018 sampai sekarang. Menjalankan usaha mobil kopi tidak mudah, terkadang kita harus jemput bola. Tentu kita mencari tempat-tempat yang ramai dikunjungi warga. Dan bisa saja lokasinya berpindah-pindah,” tutur Ruhdi kepada Detikgayonews, Senin (22/5/2023).
Disebutkan Ruhdi, lokasi-lokasi yang biasa ia kunjungi untuk berjualan kopi di kawasan pinggiran Danau Lut Tawa, tepatnya di kawasan Bebuli, Kecamatan Lut Tawar. Di area itu, selain bisa menikmati secangkir kopi, juga sekaligus dapat menikmati panorama Danau Lut Tawar. Sedangkan malam harinya, berjualan di kawasan Taman Tugu, Aman Dimot, Kota Takengon. (add)







