Iklan

PPK dan Bendahara SKPK Aceh Tengah Ikuti Bimtek Penatausahaan Keuangan Daerah

4 Agustus 2026 · 04:07 WIB · 2 menit baca

Detikgayonews.com, Takengon | Sebanyak 53 Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dan 53 Bendahara Pengeluaran dari seluruh SKPK di Aceh Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan 3-4 Agustus 2026 ini, digelar oleh Pemkab Aceh Tengah melalui Badan Pengelolaan Keuangan (BPKK) setempat dengan total peserta sebanyak 106 orang.

Plt Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah, Mirtha, Selasa ,(4/8/2026) mengatakan, Bimtek tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mengelola keuangan daerah secara profesional, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan seluruh PPK dan bendahara memiliki pemahaman yang sama terkait penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pengelolaan APBD yang akuntabel dimulai dari administrasi yang benar dan kepatuhan terhadap regulasi,” kata Mirtha.

Dijelaskan Mirtha, Bimtek mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, serta Peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.

Selain penguatan aspek administrasi keuangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem perpajakan pemerintah daerah yang disampaikan oleh narasumber dari Bidang Perbendaharaan BPKK Aceh Tengah dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan materi perpajakan d disampaikan oleh Kepala KP2KP Takengon, Louish A Sitepu.

Mirtha berharap, hasil Bimtek dapat meningkatkan kompetensi aparatur dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan daerah sehingga pelaksanaan APBD di setiap SKPK semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kualitas pengelolaan keuangan daerah tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui bimtek seperti ini menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan,” pungkas Plt Sekretaris BPKK Aceh Tengah ini. (Yd)

CHANNEL DETIK GAYO

Lihat semua video →