Detikgayonews.com, Takengon | Kesalahpahaman terkait layanan penarikan uang tunai menggunakan buku tabungan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Takengon yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu, telah diselesaikan secara baik melalui komunikasi antara pihak bank dan nasabah.
BSI memahami kondisi nasabah yang saat itu sedang menghadapi situasi mendesak karena anggota keluarganya sakit, sehingga proses klarifikasi dilakukan secara terbuka dan penuh kekeluargaan.
Dalam pertemuan tersebut, nasabah atas nama Abdullah memahami bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, penarikan uang tunai tetap dapat dilakukan menggunakan buku tabungan dan kartu identitas dengan melengkapi surat pernyataan penarikan tanpa kartu.
Sebelumnya, Abdullah datang ke kantor cabang hanya membawa buku tabungan tanpa kartu ATM. Adapun untuk transaksi penarikan tunai di bawah Rp25 juta, prosedur bank pada umumnya menggunakan kartu ATM sebagai sarana verifikasi.
Dalam kondisi kartu tidak dibawa, transaksi tetap dapat diproses melalui mekanisme verifikasi tambahan sesuai prosedur yang berlaku.
Abdullah menyampaikan bahwa persoalan tersebut murni merupakan kesalahpahaman dan telah diselesaikan dengan baik bersama pihak BSI.
“Saat itu saya sedang panik karena anak saya sedang sakit. Alhamdulillah, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak BSI, saya memahami prosedurnya dan persoalan ini sudah selesai dengan baik,” ujar Abdullah, Jumat (24/7/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang dilakukan BSI serta permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi.
“Saya juga memohon maaf atas kejadian ini. Hal tersebut sama sekali tidak disengaja, melainkan karena kondisi yang saya hadapi saat itu,” tutup Abdullah.
BSI senantiasa berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keamanan transaksi, serta komunikasi yang terbuka agar setiap kebutuhan nasabah dapat dilayani secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. (Yd)







