Detikgayonews.com, Takengon | Lelah sudah pasti. Namun semangat untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah seakan mengalahkan segalanya.
Bukan hanya kesiapan fisik yang diperlukan, tetapi butuh nyali besar untuk menembus beberapa daerah yang masih terisolir akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.
Begitulah yang dilakukan Kapolres Aceh Tengah, Muhammad Taufik. Paska bencana hidrometeorologi, waktunya dihabiskan di lapangan untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
Sebagian besar desa-desa yang terisolir, sudah dijangkau oleh Muhammad Taufik bersama dengan anggotanya. Bukan sekadar menyambangi, tetapi membawa bantuan logistik serta tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi korban bencana.
Teranyar, Kapolres Aceh Tengah menyambangi Kampung Serule, Kecamatan Bintang, Jumat (9/1/2026). Untuk mencapai daerah itu, Dia bersama rombongan harus menempuh perjalanan selama delapan jam.
Perjalanan itu, bukan waktu sebentar lantaran jalur yang dilalui penuh tantangan dan berisiko tinggi. Namun semua diabaikan demi membantu masyakarat korban bencana di daerah yang masih terisolir.
Sebelum mencapai Kampung Serule yang baru bisa ditembus dengan motor trail, Kapolres Muhammad Taufik menyambangi Desa Jamur Konyel dan Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang.
Di ketiga kampung tersebut, Kapolres Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana.
Layanan kesehatan didukung tim medis gabungan yang terdiri dari Dokter Polisi Pusdokkes Polri, Tim Medis Polres Aceh Tengah, serta personel Kesehatan Lapangan BKO Brimob Polda Aceh.
Pemeriksaan kesehatan, berupa pemberian obat-obatan, dan vitamin yang diberikan sesuai kebutuhan warga.
Kehadiran Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak, di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pascabencana.
Saat itu, Kapolres AKBP Muhammad Taufik didampingi Ipda Monang Parlindungan Ambarita yang turut menyapa dan menghibur warga serta anak-anak sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat terdampak.
Kapolres Muhammad Taufik menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.
“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolir tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” katanya.
Kehadiran Kapolres Aceh Tengah ke beberapa desa terisolir di Kecamatan Bintang, diikuti juga ole Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, para Pejabat Utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang, personel Polres dan Polsek Bintang, serta BKO Brimob Polda Aceh. (Yd).













