Detikgayonews.com, Takengon | Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/3/2026) kembali melakukan pembuatan ruas jalan baru sebagai jalur alternatif di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol, kabupaten setempat.
Pembuatan jalur alternatif itu, sebagai bentuk respon cepat untuk menjawab tuntutan warga Kecamatan Ketol yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRK Aceh Tengah, Selasa 3 Maret 2026 kemarin.
Salah satu tuntutan warga dalam aksi demo itu, meminta Pemkab Aceh Tengah untuk membuat ruas jalan alternatif di kawasan Pondok Balik. Tak butuh waktu lama, sehari setelah aksi, Dinas PUPR Aceh Tengah langsung mengeksekusi tuntutan warga itu.
Sebelumnya pembuatan ruas jalan alternatif di kawasan Pondok Balik, sudah pernah dilakukan pascabencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Namun karena struktur tanah yang masih labil sehingga jalur alternatif yang pernah dibuat tersebut, kembali tergerus hingga badan jalan amblas dan terputus.
“Ini pembuatan jalur alternatif kedua pascabencana hidrometeorologi di kawasan Pondok Balik. Ruas jalan alternatif yang dibuat hari ini sepanjang tiga kilometer, ” kata Kadis PUPR Aceh Tengah, Pijas Visara.
Dia menuturkan, untuk membuat jalur alternatif tersebut, Dinas PUPR Aceh Tengah, menurunkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses pembukaan ruas jalan baru agar akses masyarakat dapat kembali lancar.
“Dan saat ini, kami juga sedang melakukan perbaikan aliran Sungai Segene Balik menggunakan kontainer agar jalan alternatif dari Gelumpang Payung – Pondok Balik bisa segera digunakan warga,” pungkasnya.
Pascabencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu, banyak akses utama warga di kawasan Kecamatan Ketol yang terputus. Selain badan jalan, ada sejumlah jembatan yang hanyut disapu air bah. Sebagian daerah terpaksa menggunakan jembatan darurat. (Yd).













