Detikgayonews.com, Takengon | Jajaran Polres Aceh Tengah menunjukan empati yang luar biasa terhadap salah seorang bocah penderita gangguan saluran empedu atau secara medis disebut dengan istilah Atresia Bilier.
Di balik seragam tegas sebagai aparat penegak hukum, ada hati yang bergetar ketika melihat kondisi yang sedang diderita oleh Ranayya Dhelisa warga Kampung Atu Gajah, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Bocah mungil ini, sedang berjuang hebat melawan Atresia Bilier sebuah penyakit gangguan saluran empedu yang perlahan menggerogoti dan merusak hatinya.
Untuk meringankan beban orang tua bocah tersebut dalam membiayai pengobatan, Kapolres Aceh Tengah bersama jajaran langsung menyambangi kediaman Ranayya di Kampung Atu Gajah, Jumat (3/7/2026) pagi.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H tidak datang sendiri, dia didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), serta Kapolsek Bebesen.
Kehadiran Kapolres bersama rombongan bertujuan untuk mengulurkan tangan dan memberikan secercah harapan bagi Ranayya Dhelisa.
Ranayya, seorang bocah polos, kini harus menanggung beban berat di usianya yang masih sangat muda. Demi kesembuhan, Ranayya harus segera bertolak ke Jakarta untuk menjalani penanganan medis intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kehadiran Kapolres dan rombongan disambut hangat oleh keluarga Ranayya yang tampak haru. Di ruang tamu yang sederhana itu, bantuan sosial diserahkan langsung.
Kehadiran para perwira polisi ini tak sekadar membawa bantuan materi, tetapi membawa kekuatan moril yang amat besar bagi orang tua Ranayya yang sedang dirundung kecemasan.
“Diharapkan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban biaya pengobatan. Kami ingin orang tua Ranayya tetap kuat dan optimis untuk kesembuhan putri tercinta,” ungkap Muhamad Taufiq.
Disebutkan, kehadiran Polres Aceh Tengah menjadi bukti nyata bahwa negara, melalui Polri, hadir memeluk masyarakatnya yang sedang terluka, memberikan doa dan dukungan agar Ranayya bisa kembali tersenyum. (Yd).







