Foto : Ilustrasi
*Perbaikan Terkendala Akses yang Masih Rusak
Detikgayonews.com, Takengon | Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor sudah dua bulan lebih berlalu, namun sampai saat ini masih ada tujuh desa lagi di Kabupaten Aceh Tengah yang listriknya belum menyala.
Jaringan listrik ketujuh desa itu, terputus total pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 Nopember 2026 lalu. Sedangkan untuk proses perbaikan jaringan listrik, terkendala akses yang masih terputus serta kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Ketujuh desa yang masuk dalam wilayah kerja PLN Aceh Tengah yang listriknya masih padam yaitu Desa Atu Payung, Serule, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, Reje Payung dan Kampung Umang.
Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik sebagai penerangan di ketujuh kampung itu, masing-masing desa disediakan delapan unit mesin genset dari Menteri ESDM.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim kepada Detikgayonews.com, Rabu (4/2/2026) mengatakan, desa-desa yang listriknya masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat.
Menurut Lukman Hakim, akses jalan di sejumlah lokasi menuju desa-desa itu, kondisinya ada yang terputus, rusak parah, bahkan sebagian hilang setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
“Kondisi ini mengakibatkan proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra. Tapi kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” kata Lukman Hakim.
Lukman Hakim menambahkan bahwa para petugas dari PLN terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor.
“Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana,” pungkasnya.
Proses penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tengah masih terus berlanjut. Bahkan Pemkab setempat, memperpanjang status masa tanggap darurat bencana sampai tujuh kali, dan akan berakhir pada 5 Pebruari 2026.
Selain masih ada beberapa desa yang listriknya belum menyala, ada juga sejumlah kampung yang masih terisolir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah.
Untuk membuka akses itu, Pemkab Aceh Tengah dibantu TNI/Polri serta para relawan masih berjuang dan berjibaku di lokasi bencana untuk memulihkan kembali akses masyarakat pascabencana. (Yd).













