Foto : Ilustrasi stok beras
Detikgayonews.com, Takengon | Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pangan fokus pada penyaluran cadangan pangan untuk masyarakat yang terdampak bencana alam hidrometeorologi.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir Nopember 2025 lalu, mengakibatkan pasokan pangan ke sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tengah sempat terganggu lantaran banyak akses terputus disapu banjir bandang dan tanah longsor.
Namun dua bulan paska bencana, kebutuhan pangan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil diperkirakan sudah tercukupi karena pemerintah secara rutin memasok bantuan pangan.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, Rizky Mahtuah Munthe kepada Detikgayonews.com, Minggu (1/2/2026) mengatakan, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Dinas Pangan bertugas melakukan pemetaan ketersedian dan kerawanan pangan.
Termasuk juga terkait dengan pendistribusian serta memastikan cadangan pangan di kabupaten tercukupi, apalagi paska bencana.
“Insa Allah, pasokan pangan untuk para korban bencana sudah merata, termasuk di daerah yang masih terisolir,” kata Rizky Mahtuah Munthe.
Kadis yang disapa akrab dengan panggilan Munthe ini, menegaskan jika Dinas Pangan Aceh Tengah, sedang fokus pada penyaluran bantuan cadangan pangan karena kondisi masih dalam tahap tanggap darurat bencana.
“Kalau untuk wilayah terdampak dan paling parah terkena bencana, pemerintah sudah menjamin ketersediaan panganya. Bahkan sudah kita salurkan ke semua daerah di Aceh Tengah.Diperkirakan stok kita cukup sampai dengan lebaran nanti,” pungkasnya Munthe. (Yd).













