Detikgayonews.com| Takengon – Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, dan menyukseskan wajib belajar 12 tahun mulai dari SD hingga SMA sederajat menjadi tanggung jawab bersama. Namun, kenyataannya tidak semua warga mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah ketika anak memasuki tahun ajaran baru, khususnya di tingkat SD/MI. Keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghambat bagi orang tua untuk memberikan fasilitas belajar yang layak bagi anak-anak mereka.
Menanggapi masalah ini, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah Nomor Urut 1, Bardan Sahidi dan Karimansyah, yang dikenal dengan sebutan *Beriman*, telah menyiapkan program bantuan perlengkapan belajar untuk siswa SD/MI baru. Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak Aceh Tengah memiliki awal yang baik dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Bantuan perlengkapan sekolah ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap pendidikan dasar. Setiap anak yang memasuki tahun ajaran baru SD atau MI akan mendapatkan seragam, tas, sepatu, dan alat tulis secara gratis,” ungkap Bardan Sahidi. Menurutnya, program ini bertujuan agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Bardan dan Karimansyah melihat program ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di Aceh Tengah. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk belajar dengan penuh percaya diri. “Anak-anak adalah masa depan daerah ini. Dengan pendidikan yang baik, mereka akan menjadi generasi penerus yang mampu membangun Aceh Tengah,” tambah Karimansyah.
Untuk merealisasikan program ini, pasangan Beriman telah menyusun sejumlah langkah strategis. Pertama, mereka akan melakukan pendataan siswa baru SD/MI di seluruh Aceh Tengah, terutama di daerah terpencil yang paling membutuhkan bantuan. Proses ini melibatkan pemerintah desa dan sekolah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Langkah kedua adalah alokasi anggaran khusus dari APBK untuk program ini. Pasangan Beriman berkomitmen untuk menjadikan bantuan perlengkapan sekolah sebagai prioritas dalam perencanaan anggaran daerah. “Ini bukan hanya program insidental, tetapi akan menjadi kebijakan rutin setiap tahun ajaran baru,” tegas Bardan.
Selain itu, Bardan dan Karimansyah juga akan menggandeng mitra swasta dan lembaga sosial untuk mendukung program ini. Dengan kolaborasi yang baik, mereka yakin bahwa cakupan bantuan dapat diperluas sehingga lebih banyak siswa yang terbantu.
Program bantuan ini juga sejalan dengan visi Beriman untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tengah secara keseluruhan. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, mereka optimis bahwa pendidikan di Aceh Tengah akan lebih inklusif dan merata.
“Ini adalah bentuk investasi masa depan. Ketika anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tutup Bardan.













