Takengon – Salah seorang orang tua santri yang anaknya sekolah di Dayah Yayasan Kuba, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (23/2/2023) membuat pengaduan ke Mapolres setempat, terkait dengan dugaan pengeroyokan.
Mukti yang merupakan orang tua santri tersebut, tidak terima anaknya berinisial MA dikeroyok oleh para seniornya di Dayah itu, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka di bagian bibir dan pipi lebam.
Menurut Mukti yang ditemui sejumlah awak media di Mapolres Aceh Tengah, mengatakan insiden pemukulan itu, terjadi pada Minggu, 19 Pebruari 2023 lalu. Berawal saat hendak melaksanakan ibadah shalat magrib secara berjamaah.
Saat itu, korban MA diperintahkan oleh seniornya untuk mengisi sab (barisan shalat) yang kosong. Tetapi antara korban dan pelaku pemukulan terjadi miskomunikasi sehingga menjelang makan malam, korban MA kembali dipanggil sejumlah seniornya.
“Saat itu, MA mau cuci piring, dikurung oleh seniornya di salah satu ruangan. Di dalam ruangan itulah, beberapa orang santri yang merupakan seniornya memukul korban. Alhasil, akibat pemukulan itu, korban mengalami cedera di bagian muka hingga memar,” kata Mukti.
Disebutkan Mukti, paska pemukulan itu, pihaknya sempat menggelar mediasi dengan pengurus Dayah Yayasan Kuba tetapi tidak ada titik temu. “Justru anak saya yang dipukul, malah dia yang dikeluarkan. Atas dasar kekecewaan itulah, saya membuat laporan ke polisi,” sebutnya.
Namun setelah mendatangi Mapolres Aceh Tengah, untuk membuat pengaduan pengeroyokan, justru pihak kepolisian menyarankan untuk mengambil langkah mediasi kembali antara kedua belah pihak. Media tersebut, akan dijadwalkan Jumat (24/2/2023) siang. “Kami berharap, kejadian seperti ini, tidak terulang lagi untuk anak-anak santri,” harapnya.(ADD)













