Detikgayonews.com, Takengon | Sektor ekonomi di wilayah tengah terdampak bencana mulai mencari titik balik untuk bangkit. Salah satu inisiatif yang kini mengemuka adalah desakan untuk segera menyelenggarakan kembali Pacuan Kuda Tradisional Gayo.
Bukan sekadar hobi atau tontonan, ajang ini dinilai menjadi mesin penggerak (multiplier effect) yang mampu memutar roda ekonomi masyarakat bawah secara cepat.
Para pemilik kuda menyatakan bahwa jeda panjang pascabencana telah memutus rantai pendapatan ribuan warga yang menggantungkan hidup pada ekosistem ini.
“Mentalitas para peternak, khususnya peternak kuda harus dipulihkan melalui even-even seperti ini,” kata salah seorang pemilik kuda, Deni Arias, Selasa (14/4/2026).
Penyelenggaraan pacuan kuda bukan hanya soal derap kaki kuda di lintasan, melainkan tentang aktifitas ekonomi yang menyertainya.
Ratusan pedagang kecil, mulai dari penjual makanan hingga kerajinan tangan, mendapatkan panggung utama untuk menjajakan produk mereka di sekitar arena.
Disektor pariwisata penginapan dan jasa transportasi lokal dipastikan melonjak seiring datangnya penonton dari luar daerah. Dengan adanya kompetisi, nilai jual kuda dan serapan tenaga kerja seperti perawat kuda (groomer) dan joki kembali stabil.













