Detikgayonews.com, Takengon | Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Aceh terkesan tutup mata terkait dengan kondisi jembatan di kawasan Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Jembatan yang berada di ruas jalan Isaq-Jagong Jeget dan Simpang Gelelungi itu, kondisinya rusak parah. Bahkan dalam sebulan terakhir, dilaporkan telah terjadi beberapa kali kecelakaan di kawasan itu.
Perbaikan jembatan Wih Ilang, merupakan kewenangan Dinas PU Aceh karena statusnya merupakan ruas jalan provinsi. Ironisnya, respon Dinas PU Aceh dinilaii lambat untuk memperbaiki jembatan itu, meskipun sudah beberapa kali dilaporkan.
Alhasil, warga setempat merasa kesal dengan sikap Dinas PU Aceh yang dianggap tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang berada di wilayah tengah Provinsi Aceh.
”Bapak Gubernur Mualem tolonglah perhatikan kondisi kami di wilayah tengah ini. Jembatan ini, sudah banyak makan korban. Makanya, kami minta untuk segera diperbaiki,” pinta Dimas salah seorang warga setempat.
Jembatan Wih Ilang merupakan akses penghubung antar Kecamatan Pegasing, Atu Lintang, Jagong Jeget dan Kecamatan Isaq. Ruas jalan itu, juga menjadi akses utama menuju beberapa daerah sentra produksi pertanian dan perkebunan.
”Kami berharap Dinas PU Provinsi Aceh bisa segera turun tangan. Jangan tutup mata, karena kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan dan sangat rawan terjadi kecelakaan, ” sambung Dimas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara yang dihubungi Detikgayonews.com, Minggu (8/3/2026) mengatakan jika jembatan Wih Ilang berada di ruas jalan provinsi.
”Jadi perbaikan jembatan itu, menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh. Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi kerusakannya ke Dinas PU Aceh, tapi belum juga direspon sampai dengan saat ini,” sebut Pijas.
Menurut Pijas, sebelumnya Dinas PUPR Aceh Tengah sudah dua kali melakukan perbaikan jembatan Wih Ilang secara darurat namun tidak bertahan lama lantaran diperlukan perbaikan secara maksimal.
”Walaupun statusnya di jalan provinsi tapi kami sudah dua kali mencoba untuk memperbaiki agar memudahkan akses warga. Cuma kan dibutukan perbaikan permanen, terutama pada lantai jembatan yang kondisinya rusak parah,” pungkas Pijas Visara. (Yd).













