Detikgayonews.com | Takengon- Sebuah aksi solidaritas ditunjukkan oleh sekelompok pemuda dari Bale, SP5 Takengon, Aceh Tengah, pada Minggu (28/12/25). Mereka menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dengan harga jauh di bawah pasaran, yakni hanya Rp16.000 per liter, kepada warga yang masih berjuang pasca musibah banjir dan longsor.
BBM yang dijual didatangkan langsung dari Pertashop di Bireuen. Penjualan yang digelar secara terbatas itu langsung diserbu warga hanya dalam waktu setengah jam, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan BBM dengan harga terjangkau di tengah kesulitan ekonomi pascabencana.
Salah seorang warga, Iwan Tona, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya bersyukur ada harga minyak yang murah seperti ini, tidak seperti harga biasa yang masih tinggi. Memang di pasaran masih ada yang jual Rp20.000, variasinya masih banyak,” ujarnya.
Aksi ini ternyata sengaja digagas sebagai bentuk kepedulian. Salah seorang inisiator, Win Sejahtera, menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan mencari keuntungan dari musibah yang melanda Aceh Tengah sebulan terakhir.
“Kami tidak mengambil keuntungan dalam musibah banjir dan longsor ini. Kami hanya mengambil jasa angkut Rp2.000 per liternya, jadi harga normalnya kan Rp12.500. Karena biaya logistik, kami jual Rp16.000,” jelas Win.
Ia juga menekankan kualitas BBM yang dijual. “Kami menjual minyak Pertamax asli dan bukan oplosan. Tegasnya, biasa kalau tidak ada bencana dan longsor, harga eceran kami hanya Rp16.000 rupiah,” pungkasnya.
Aksi para pemuda ini mendapat apresiasi warga, yang melihatnya sebagai bantuan nyata di saat harga kebutuhan, termasuk BBM, masih fluktuatif dan memberatkan pascabencana alam.













