Detikgayonews.com | Takengon – Musisi muda Gayo, Ervan Ceh Kul, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan melalui karya musik. Ia resmi merilis lagu terbaru berjudul “Sebuku Ni Bumi”, sebuah lagu yang terinspirasi dari bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.
Lagu “Sebuku Ni Bumi” yang dalam bahasa Gayo bermakna ratapan bumi, menggambarkan kesedihan alam sekaligus jeritan hati manusia atas bencana yang datang silih berganti. Melalui lirik yang kuat dan penuh makna, Ervan Ceh Kul menyuarakan kepedihan para korban, kehilangan harta benda, serta harapan akan kebangkitan dan kepedulian bersama.
“Lagu ini saya ciptakan sebagai bentuk empati dan doa. Bencana bukan hanya tentang alam yang murka, tapi juga pengingat bagi kita semua untuk lebih menjaga bumi dan saling menguatkan,” Dan disini kami bersama tim juga membuka Donasi untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah dan terdampak dengan rekening : BSI 2222223639 An. Erpan Yoga ujar Ervan Ceh Kul.
Dengan balutan musik bernuansa etnik Gayo yang dipadukan sentuhan modern, “Sebuku Ni Bumi” diharapkan dapat menyentuh hati pendengarnya, sekaligus menjadi media refleksi tentang hubungan manusia dengan alam. Lagu ini juga menjadi seruan moral agar masyarakat dan pemangku kebijakan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Rilis lagu ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama warga terdampak bencana, yang merasa suara dan penderitaan mereka terwakili melalui karya tersebut. Ervan Ceh Kul berharap lagunya tidak hanya dinikmati sebagai hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah musibah.
Lagu “Sebuku Ni Bumi” nantinya sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform digital dan media sosial, sebagai persembahan duka sekaligus harapan bagi para korban bencana tanah longsor dan banjir bandang.







