Detikgayonews.com, Takengon | Ratusan warga Kota Takengon, Selasa (16/12/2025) memadati bantaran sungai Pesangan untuk berburu kayu yang hanyut terbawa arus.
Terisolirnya akses menuju Kabupaten Aceh Tengah, paska bencana banjir bandang dan tanah longsor membuat pasokan gas LPG terhenti.
Alhasil sebagian besar warga beralih memasak mengandalkan kayu bakar. Namun untuk mendapatkan kayu bakar, juga tidak semudah yang dibayangkan.
Keberadaan sungai Pesangan seakan membawa berkah bagi sebagian masyarakat Kota Takengon dalam kondisi bencana saat ini.
Selain menjadi sumber air untuk kebutuhan mencuci dan mandi, juga membawa keberuntungan lain yaitu membawa kayu yang hanyut untuk bahan bakar rumah tangga.
Sejak Selasa pagi, kayu-kayu gelondongan yang diperkirakan berasal dari lokasi longsor dan banjir bandang di seputaran Danau Lut Tawar, terbawa arus dan hanyut menuju DAS Pesangan.
Bongkahan kayu ini, hanyut bersama eceng gondok. Melihat banyaknya “bahan bakar” yang hanyut, tidak disia-siakan oleh warga. Sontak ratusan warga memenuhi bantaran sungai untuk mengambil kayu-kayu tersebut.
Sebagian warga ada yang berenang di sungai untuk mengambil kayu yang hanyut.
Sedangkan sebagian diantaranya berdiri di pinggir sungai bermodalkan galah atau kayu panjang untuk mengambil kayu.
“Lumayan bang untuk kayu bakar dirumah. Selain gas tidak ada, kalau kita cari bakar di hutan kan sulit. Apalagi kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk cari kayu bakar di hutan,” ujar salah seorang warga, Muslim.
Paska bencana, biasanya bantaran sungai Pesangan mulai dari Kampung Bale hingga Kampung Asir-Asir, dipenuhi warga untuk mencuci dan mandi lantaran belum masuknya pasokan air bersih dari PDAM.
Namun kali ini berbeda, ratusn warga yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak berburu kayu yang hanyut di sungai itu.
“Sekarang kalau kita beli kayu bakar, banyak dijual. Satu ikatnya kalau nggak salah Rp 30 ribu. Daripada beli, mending kita pungut yang hanyut ini aja,” sambung Muslim.
Aksi warga memungut bongkahan kayu berbagai ukuran yang hanyut di sungai Pesangan menjadi tontonan menarik. Selain dipadati warga yang mengumpulkan kayu, ratusan warga lainya justru menonton aksi itu. (Yd).













