Pascaserangan Anjing Positif Rabies di Silih Nara, Pemkab Aceh Tengah Lakukan Penanganan dan Vaksinasi Massal

Detikgayonews.com | Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Pemerintah Aceh terus memperkuat langkah penanganan dan pengendalian rabies pasca-serangan anjing yang terkonfirmasi positif rabies terhadap sejumlah warga di Kecamatan Silih Nara.

Kasus tersebut sempat menimbulkan keresahan masyarakat setelah seekor anjing liar menyerang warga di beberapa kampung di Kecamatan Silih Nara pada 7 – 8 Juni 2026. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Aceh Tengah, sebanyak 9 warga dari Kampung Arul Gele, Bur Ni Bius, Remesen, dan Payu Pelu menjadi korban gigitan hewan penular rabies (GHPR).

Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Peternakan dengan nomor registrasi Reg. 110001/RI20501/06/2026 kemudian mengonfirmasi bahwa sampel hewan tersebut positif rabies. Menindaklanjuti temuan tersebut, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar, meliputi pencucian luka, pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR), serta Serum Anti Rabies (SAR) di fasilitas kesehatan yang ditunjuk.

Sebelumnya, sebagai langkah pencegahan dini, Dinas Peternakan Aceh bekerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan vaksinasi rabies di Kampung Timbangan Gading dan Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil memvaksinasi sebanyak 266 hewan penular rabies yang terdiri dari 260 ekor anjing dan enam ekor kucing.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., kemudian memimpin rapat koordinasi lintas sektor bersama Dinas Peternakan Aceh, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Satpol PP dan WH Aceh Tengah guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur, berlangsung setelah ibadah Shalat Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon, Sabtu (13/06/2026).

Rapat tersebut membahas langkah-langkah penaganan mulai dari penanganan korban, pengendalian sumber penularan, percepatan vaksinasi hewan, hingga upaya pencegahan kasus rabies lanjutan melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan bahwa populasi anjing di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 3.745 ekor yang menjadi target utama vaksinasi massal. Sementara itu, data Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah kasus GHPR di Aceh Tengah mencapai 351 kasus sepanjang tahun 2025 dan sebanyak 158 kasus hingga Juni 2026.

Menghadapi situasi tersebut, Bupati Haili Yoga menginstruksikan Dinas Pertanian yang membidangi urusan peternakan untuk segera melakukan lokalisasi wilayah terdampak dan mempercepat vaksinasi massal hewan penular rabies. Satpol PP juga diminta melakukan penertiban hewan liar pada zona-zona berisiko tinggi, sementara Dinas Kesehatan diperintahkan untuk memastikan seluruh korban memperoleh layanan medis secara optimal.

Selain penanganan di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga bergerak cepat membangun koordinasi dengan pemerintah pusat. Di sela-sela rapat, Bupati Haili Yoga melakukan komunikasi langsung dengan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI untuk menyampaikan perkembangan kasus dan kebutuhan dukungan logistik vaksin.

Respons cepat diberikan pemerintah pusat dengan menyetujui bantuan tambahan vaksin rabies guna mendukung target vaksinasi terhadap seluruh populasi hewan penular rabies di Aceh Tengah.

Pada hari yang sama, Bupati kembali melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI. Dalam komunikasi tersebut, Dirjen PKH menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk mengawal penuh penanganan kasus di Aceh Tengah melalui dukungan tambahan vaksin rabies, bantuan biaya operasional pengendalian (BOP), serta peralatan penangkapan hewan untuk mendukung operasi lapangan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan apresiasi atas dukungan cepat yang diberikan pemerintah pusat. Saat ini, tim lintas sektor yang terdiri dari Dinas Peternakan Aceh, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya terus bergerak melakukan vaksinasi, edukasi masyarakat, dan pengawasan di wilayah terdampak guna memutus rantai penularan rabies.

Exit mobile version