Iklan

Pasca Banjir, Warga Alue Kuta Usul 50 Hektare Tambak Jadi Sawah

9 September 2026 · 07:26 WIB · 2 menit baca

Detikgayonews. Com | Bireuen

Sembilan bulan pasca banjir melanda Kabupaten Bireuen, sejumlah lahan tambak di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, masih tertimbun material lumpur. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengembalikan fungsi tambak dan memanfaatkannya untuk budidaya ikan.

Dari sekitar 157 hektare lahan tambak yang terdapat di Gampong Alue Kuta, sebagian lahan masih dipenuhi material lumpur dan ditumbuhi semak belukar. Timbunan material banjir yang cukup tebal membuat lahan tidak mudah dikembalikan ke kondisi semula.

Untuk mencegah lahan tersebut terus terbengkalai, masyarakat mengusulkan sekitar 50 hektare lahan tambak yang terdampak untuk dialihfungsikan menjadi lahan persawahan. Alih fungsi dinilai menjadi salah satu alternatif agar lahan yang sulit kembali produktif sebagai tambak tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.

Namun, rencana tersebut membutuhkan kajian teknis terlebih dahulu. Kondisi tanah, ketebalan material timbunan, elevasi lahan, ketersediaan air, serta sistem pengairan perlu diperhitungkan agar lahan layak untuk ditanami padi.

Menurut masyarakat, dukungan pemerintah terutama dalam penyediaan sistem pengairan menjadi salah satu kebutuhan utama jika lahan tambak benar-benar dialihkan menjadi sawah. Dengan dukungan tersebut, lahan terdampak banjir diharapkan kembali produktif dan mampu menjadi sumber pendapatan warga.

Geuchik Gampong Alue Kuta, Habibullah, mengatakan pemulihan lahan menjadi bagian penting untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat setelah banjir.

“Harapan kita lahan yang terdampak banjir ini bisa kembali produktif. Kalau tidak bisa lagi digunakan sebagai tambak, kita berharap bisa dialihkan menjadi sawah, tentu dengan dukungan pengairan yang memadai,” kata Habibullah.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi lahan tambak yang hingga kini belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, pemanfaatan kembali lahan akan membantu masyarakat memperoleh kembali sumber penghasilan yang hilang akibat bencana.

Masyarakat kini menunggu adanya kajian dan langkah konkret pemerintah, sehingga lahan yang selama sembilan bulan tertimbun lumpur tidak terus terbengkalai dan dapat kembali menjadi sumber ekonomi warga.

(Br)

CHANNEL DETIK GAYO

Lihat semua video →