Detikgayonews.com, Bener Meriah | Muspika Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (19/11/2025) menggelar diskusi wawasan kebangsaan dengan melibatkan sejumlah unsur termasuk diantaranya pihak Komite Peralihan Aceh (KPA).
Kegiatan diskusi itu, merupakan bagian dari program Polda Aceh Meutuah dengan tema *“Merawat Damai dalam Bingkai NKRI Menuju Aceh Meusyehu yang berdasarkan Syariat Islam”.
Adapun para peserta yang berjumlah 40 orang terdiri dari para alim ulama, kepala desa, mukim, KPA atau eks kombatan, dan ketua pemuda yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Sementara itu, kegiatan diskusi dihadiri Kapolres Bener Meriah diwakili oleh Kasat Intelkam, Iptu Fadhlullilah ST. M.Sos, Camat Permata, Wein Agus Ismahdar S.Stp, Kapolsek Permata, Iptu Taufik Kurniawan S.I.Kom.
Camat Permata, Wien Agus Ismahdar ketika membuka acara diskusi itu, mengatakan, bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh adat, dan masyarakat untuk terus menanamkan nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, serta menjunjung tinggi persatuan,” kata Wein Agus.
Dia juga menekankan akan pentingnya persatuan dan keutuhan NKRI. Apalagi pihaknya sebagai bagian dari pemerintahan terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan antarwarga.
“Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan bagi desa untuk berkembang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Bener Meriah, Iptu Fadhlullilah menyampaikan beberapa arahan serta pandangan terkait wawasan kebangsaan yamg dilaksanakan di Kecamatan Permata.
“Pentingnya deteksi dini dan cegah dini. Itu artinya, masyarakat memahami pentingnya deteksi dini potensi ancaman, baik berupa konflik sosial, hoaks, intoleransi, maupun penyebaran ideologi negatif,” sebut Fadhlullilah.
Selain itu , lanjutnya, meningkatkan ketahanan informasi masyarakat sehingga warga harus bijak dalam menerima informasi di era digital serta mampu menyaring berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan.
“Kami mengajak seluruh unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat keamanan untuk memperkuat koordinasi dalam memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif,” sambungnya.
Fdhalullilah juga mengajak masyarakat bisa mencegah konflik sosial dan polarisasi sehingga pemahaman kebangsaan dipandang menjadi kunci dalam menjaga kerukunan antar masyarakat.
“Terutama di masa-masa rawan seperti menjelang pemilihan kepala desa yang tidak lama lagi akan dilaksanakan di Kecamatan Permata atau dinamika sosial lainnya,” tutupnya.
Hal serupa disampaikan Kapolsek Permata, Iptu Taufik Kurniawan. Dia menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya kegiatan wawasan kebangsaan.
Menurut Taufik Kurniawan diskusi wawasan kebangsaan untuk mencegah konflik sosial dan radikalisme.
“Dengan pemahaman yang baik terhadap nilai kebangsaan, masyarakat akan lebih mampu memilah informasi, terhindar dari provokasi, ujaran kebencian, serta paham-paham yang dapat memecah persatuan,” ungkap Taufik.
Taufik menjelaskan, tujuan lain dari wawasan kebangsaan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan ketaatan pada aturan.
“Pemahaman kebangsaan selaras dengan peningkatan disiplin serta kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Disebutkan Kapolsek Permata ini, beberapa tujuan lain dari diskusi tersebut, untuk endorong peran aktif masyarakat dalam keamanan lingkungan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk berperan dalam menjaga kamtibmas, seperti melalui siskamling, pelaporan dini, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial,” sebut Taufik.
Berikutnya, bisa nembangun generasi muda yang berkarakter dengan pentingnya melibatkan pemuda agar menjadi generasi yang tangguh, berkarakter Pancasila, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah, TNI–POLRI, dan mlmasyarakat. Wawasan kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara unsur,” pungkasnya (Yd).
