Foto : Ilustrasi
Detikgayonews com, Takengon | Sejumlah masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah mengusulkan agar Pemkab setempat, menyalurkan bantuan megang tidak harus semua berbentuk daging.
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pemerintah pusat memprogramkan penyaluran bantuan daging megang untuk korban bencana hidrometeorologi, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah.
Sebagian warga korban bencana berharap, bantuan yang rencananya diberikan dalam bentuk daging segar dapat dialihkan menjadi bantuan uang tunai agar lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan mendesak lainnya.
Usulan serta inisiatif ini muncul mengingat kondisi yang dihadapi sebagian warga pasca-bencana yang beragam. “Jadi tidak tepat rasanya jika semua diseragamkan harus mendapat daging meugang,” kata salah seorang perwakilan korban bencana, Badri Linge, Jumat (13/2/2026).
Menurut Badri, menjelang bulan puasa kebutuhan masyarakat tidak serta merta harus mengkonsumsi daging, apalagi untuk para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Banyak di antara mereka yang kehilangan harta. Makanya kalau bisa uang tunai saja, agar bisa digunakan untuk mengganti perlengkapan rumah tangga atau bahan pangan dasar lainya yang jauh lebih penting daripada sekadar konsumsi daging,” tuturnya.
Disisi lain, sebut Badri Linge, meskipun tradisi megang sangat penting dalam budaya masyarakat Aceh menjelang bulan puasa, tetapi kondisi darurat pascabencana menuntut pendekatan yang berbeda.
”Kami sangat menghargai perhatian pemerintah, namun saat ini kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda. Dengan bantuan berupa uang, kami bisa memilih sendiri apakah akan membeli daging sedikit saja dan sisanya untuk membeli keperluan lainnya, ” sebutnya.
Kendala lain, kondisi sebagian masyarakat pascabencana belum semua normal sehingga jika diberikan daging menjelang bulan puasa ini, belum tentu bisa dimanfaatkan.
“Bagaimana mau masak daging, kalau bumbunya saja tidak bisa dibeli. Justru jika diberikan uang tunai, rasanya lebih tepat sehingga bisa penggunaanya bisa diatur sendiri oleh penerima manfaat,” sambungnya.
Badri meminta agar Bupati Aceh Tengah dapat mempertimbangkan kembali rencana distribusi daging megang untuk korban bencana.
“Seperti halnya di Kabupaten Aceh Tenggara, daging megang dialihkan menjadi uang sehingga masyarakat dapat membelanjakan uang itu sesuai keperluannya, tanpa merasa dipaksakan harus menerima daging,” pungkas Badri. (Yd).
