*Empat Bulan Tak Bergaji
Detikgayonews.com, Takengon | Rumah Sakit Umum (RSU) Datu Beru, Takengon, kembali didera persoalan finansial sebab para pekerja outsourcing yang umumnya berprofesi sebagai cleaning service dilaporkan sudah empat bulan belum menerima gaji.
Persoalan ini terungkap tanpa sengaja ketika salah seorang warga ingin melamar pekerjaan menjadi cleaning service di rumah sakit itu. Proses lamaran itu, akhirnya membuka tabir mirisnya nasib para pekerja outsourcing yang digaji tak tepat waktu.
Fakta menyedihkan itu, diungkap oleh salah seorang warga Gunung Balohen, Kecamatan Kebayakan, Sopan. Dia adalah calon pelamar yang ingin melamar pekerjaan di RSU Datu Beru, Takengon untuk lowongan cleaning service.
Namun setibanya di kantor penyedia jasa cleaning service untuk RSU Datu Beru, Sopan sempat kaget karena dihadapkan dengan surat perjanjian yang dianggap tidak berprikemanusiaan.
Ditambah lagi, berdasarkan pengakuan salah seorang karyawan yang sudah lama bekerja sebagai cleaning service di RSU Datu Beru, Takengon bahwa mereka belum menerima upah selama empat bulan terakhir.
“Kondisi ini terjadi berulang setiap bulanya sehingga membuat karyawan sangat menderita. Kalau kamu mau kerja disini pikir pikir dulu jangan sampai lelah mu tidak terbayarkan,” ucap Sopan Sabtu (6/6/2026) mengutip kalimat yang pernah disampaikan salah seorang petugas cleaning service RSU Datu Beru.
Sopan menambahkan ada surat perjanjian yang sudah disiapkan oleh perusahaan, isinya memang tidak berpihak kepada pelamar dan dinilai sangat mendiskriminasi calon pekerja.
“Saya yakin banyak persoalan yang terjadi di ranah cleaning service di RSU Datu Beru. Hanya saja tidak diperhatikan secara serius. Untuk itu, manajemen dan dewan pengawas RSU Datu Beru harus bisa segera mengevaluasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pintanya.
Menanggapi persoalan itu, Wadir Penunjang RSU Datu Takengon, Edi Sabri kepada wartawan Sabtu (6/6/2026) mengakui bahwa pihak rumah sakit memang belum membayarkan anggaran untuk biaya cleaning service kepada pihak perusahaan penyedia jasa.
“Kondisi keuangan RSU Datu Beru, memang belum stabil sehingga pembayaran ke penyedia jasa cleaning service masih tertunda. Tapi semestinya bisa ditanggulangi dulu oleh pihak perusahaan sembari menunggu proses pencairan dari manajemen rumah sakit,” sebut Edi. (Yd).
