Iklan

Kesiapan 533 Huntap di Aceh Tengah Dipacu, Konektivitas Linge Diperkuat

15 Oktober 2026 · 06:26 WIB · 2 menit baca
Tim Monev Khusus Aceh Tengah Satgas PRR meninjau lahan huntap di Huntara Kampung Umang, Kecamatan Linge

DetikGayoNews.com, Aceh Tengah | Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat penyiapan lahan untuk pembangunan 533 hunian tetap (huntap) komunal yang tersebar di enam lokasi. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pemulihan infrastruktur jalan, jembatan, dan pengendali aliran air untuk mendukung pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 2026. Program ini menjadi bagian dari penanganan dampak bencana yang merusak 4.195 rumah di Aceh Tengah, dengan 2.158 unit di antaranya mengalami kerusakan berat.

Khusus di Kecamatan Linge, sebanyak 77 unit huntap direncanakan dibangun di depan kawasan hunian sementara (huntara) Kampung Penarun. Sementara itu, 103 unit lainnya disiapkan di kawasan huntara Kampung Umang. Penempatan huntap di sekitar kawasan hunian sementara diharapkan memudahkan warga beralih ke rumah permanen tanpa harus jauh dari lingkungan sosial yang selama ini mereka tempati.

Proses tender pembangunan 533 unit huntap telah rampung pada 18 September 2026 dan paket pekerjaan memasuki tahap pelaksanaan fisik. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah masih mempercepat penyelesaian administrasi pengadaan tanah dan verifikasi lahan guna memastikan kesiapan setiap lokasi serta mengantisipasi kendala dalam proses pembangunan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan penyiapan lahan melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanahan, serta BPBD di bawah koordinasi Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah.

“Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat penyelesaian dokumen dan kesiapan teknis di setiap titik pembangunan,” ujar Andalika, Kamis (15/10/2026).

Selain penyiapan hunian, pemulihan akses transportasi di Kecamatan Linge juga menjadi perhatian. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), dipimpin Kolonel Laut Daniel Setiawan, meninjau pekerjaan Jembatan Lenang pada jalur Takengon–Blangkejeren. Pekerjaan jembatan tersebut ditangani Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Jembatan Lenang merupakan bagian dari upaya pemulihan konektivitas pada ruas Simpang Uning–Uwaq yang terdampak bencana. Penanganan infrastruktur ini diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mempermudah distribusi barang dan kebutuhan pokok antarkawasan.

Tim juga meninjau pembangunan tanggul buis beton di Kampung Kemerleng yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Infrastruktur tersebut berfungsi mengendalikan aliran air serta melindungi badan jalan dan kawasan permukiman dari ancaman kerusakan, terutama ketika debit sungai meningkat.

Daniel mengatakan, pemantauan lapangan diperlukan untuk memastikan pembangunan hunian berjalan seiring dengan pemulihan infrastruktur pendukung. Ketersediaan rumah permanen, menurutnya, perlu ditunjang akses jalan dan jembatan serta perlindungan kawasan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.

“Satgas PRR akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi ketat dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat manfaat,” kata Daniel.

CHANNEL DETIK GAYO

Lihat semua video →