Detikgayonews |Takengon – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 di Kabupaten Aceh Tengah dirayakan dengan cara yang unik dan penuh tantangan. Sebanyak 21 tim yang terdiri dari ibu-ibu perwakilan organisasi wanita, kecamatan, dan SKPK turun langsung mengarungi jeram dalam kegiatan arung jeram yang digelar di Lukup Badak Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (21/8/2025).
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata ini bukan sekadar lomba, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan ketangguhan perempuan Aceh Tengah. Acara ini dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Dandim 0106 Aceh Tengah, Ketua DPRK Aceh Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta ketua organisasi wanita seperti PKK dan BKMT.
Dalam sambutannya, Erwin Pratama menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh semangat.
“Alhamdulillah, hari ini kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh ceria dan motivasi untuk kebersamaan. Peringatan hari kemerdekaan ini bukan hanya untuk mengenang jasa pahlawan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi,” ujar Erwin.
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, sehingga panitia sempat kewalahan. “Peserta tidak kami batasi, namun karena waktu dan tingginya minat, kami berjanji akan menggelar kegiatan serupa di waktu lain, tidak hanya pada momen kemerdekaan,” tambahnya.
Kegiatan arung jeram ini juga disebutkannya sebagai bagian dari upaya mendukung Aceh Tengah sebagai Kabupaten Wisata dan mengangkat potensi pariwisata lokal, termasuk UMKM, di mata wisatawan.
Ketua DWP Kabupaten Aceh Tengah dalam kesempatan itu menyampaikan kebanggaannya terhadap para peserta. “Hal ini membuktikan bahwa ibu-ibu bukan hanya tangguh dalam mengurus keluarga, tetapi juga berani dan tangguh menghadapi segala tantangan. Mereka adalah contoh bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Erwin menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini lebih menitikberatkan pada kekompakan dan semangat kebersamaan, bukan sekadar kompetisi.
“Ini adalah ajang kekompakan, bukan ajang untuk memperlihatkan siapa yang paling baik. Semua ibu-ibu di sini adalah yang terbaik. Harapan kami, melalui lomba ini, ibu-ibu semakin kompak, sehat, dan semangat dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” pungkasnya.
Kegiatan ini berhasil menciptakan euforia dan kegembiraan tersendiri, menjadi ajang hiburan sekaligus pembuktian diri bagi para perempuan tangguh di Aceh Tengah.













