Teks Foto : Murid SDN 3 Linge belajar di tenda hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026)
*Murid di 4 Madrasah Masih Diliburkan
Detikgayonews.com, Takengon | Ratusan murid berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah terpaksa belajar di tenda darurat pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026).
Sebelumnya proses belajar mengajar di Aceh Tengah diliburkan satu bulan lebih lantaran kondisi bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banyaknya kerusakan, termasuk beberapa sarana pendidikan.
Para siswa yang terpaksa belajar di tenda darurat, selain kondisi sekolahnya rusak, ada juga gedung sekolah yang digunakan untuk penampungan para pengungsi sehingga proses belajar mengajar belum bisa dilakukan secara maksimal.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Tengah, sekolah yang belajar di tenda antara lain, SDN 11 Pegasing, SDN 8 Linge, SDN 10 Linge, SDN 11 Linge.
Selanjutnya, SDN 10 Ketol, SDN 15 Ketol, SDN 20 Ketol, SMPN 26 Takengon, SMP 44 Takengon dan masih ada beberapa sekolah yang lain.
“Disdik sudah meng-informasi ke Kepsek TK/SD/SMP, jika ada anak-anak kita tidak sekolah karena akses jalan terputus atau mengungsi, mohon sekolah ke tempat yang lebih dekat dari rumahnya atau tempat mengungsi,” kata Plt Kadisdik Aceh Tengah, Sukardi.
Sebagai contoh, lanjut Sukardi, para pengungsi yang berasal dari Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang yang saat ini mengungsi di Kota Takengon, maka anak-anak bisa menumpang belajar di sekolah terdekat.
“Kalau untuk anak TK, bisa di TKN Lut Tawar, untuk SD bisa di SD Negeri 15 Bebesen, dan untuk siswa SMP bisa belajar di SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 4 Takengon,” jelasnya.
Menurut Sukardi, pihak Disdik Aceh Tengah telah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang terkena bencana. Ada beberapa sekolah yang rusak parah akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang.
“Kita sudah meng-upayakan tenda ke BPBD dan BPPMP, agar PBM di tempat pengungsian bisa terlaksana. Dan sudah kita umumkan juga untuk PBM semester 2 dilaksanakan tgl 5 Januari 2026,” sambungnya.
Sementara itu, ada 4 madrasah dibawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tengah yang siswanya masih diliburkan lantaran kondisi sekolahnya belum bisa digunakan.
“Sampai hari ini, tidak ada siswa yang belajar di tenda karena memang tendanya belum ada. Tapi ada 4 madrasah yang siswanya masih diliburkan sampai dengan hari ini,” kata Wahdi.
Wahdi menuturkan, keempat madrasah yang menelurkan tenda untuk PBM diantaranya MIN 4 Aceh Tengah yang berada di Kampung Rawe, RA Lut Tawar di Kampung Toweren, MAS Rusip, dan RA Al-Munawar di Kecamatan Rusip.
“Nah, untuk murid dan siswa dari 4 madrasah ini, sudah kami laporkan ke pusat jika mereka belum bisa untuk mengikuti PBM pada hari ini,” tutur Wahdi. (Yd).
