Aroma Masalah Mulai Mengemuka dalam Proses Pembagian Daging Megang di Aceh Tengah

*Mulai dari Pembagian Tidak Merata, Tak Sesuai Spek hingga Munculnya Para Broker Dadakan

Detikgayonews.com, Takengon | Program pembagian daging megang di Kabupaten Aceh Tengah disinyalir mulai menimbulkan polemik walau proses distribusinya sudah dilakukan sepekan lalu.

Aroma masalah mulai mengemuka, serta menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Problem yang muncul diantaranya soal pembagian daging yang tidak merata, ternak tidak sesuai spek, serta munculnya broker (perantara) dadakan.

Program pembagian daging megang bantuan Presiden RI untuk para korban bencana hidrometeorologi menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah, diduga sarat dengan masalah.

Progam ini, ibarat bagi -bagi kue. Diduga orang-orang dekat dengan rezim ikut mendapatkan potongan kue, meski bukan ahlinya. Alhasil, selain menuai sorotan dari masyarakat juga berpotensi melahirkan masalah.

Sayangnya lagi, petunjuk teknis (Juknis) pembagian daging megang yang tidak seragam. Ada yang dibagi per KK, adapula yang makan bersama di kampung.

“Kami cuma dengar ada bagi-bagi daging megang tapi kami tidak terima. Ada undangan makan bersama di menasah, tapi kan nggak semua orang bisa hadir,” kata Hasbi salah seorang warga Takengon, Selasa (24/2/2026).

Keluhan yang disampaikan Hasbi, merupakan salah satu contoh dari sederet persoalan yang muncul dalam proses pembagian daging megang. Masyarakat pun menilai Pemkab Aceh Tengah tak siap menjalankan program itu.

“Memang kalau dibagi paling hanya beberapa ons saja per KK. Kita kan bicara soal pemerataan, kalau hanya dengar programnya saja, tapi nggak dapat untuk apa pemerintah koar-koar,” keluhnya.

Persoalan lain yang ikut mengemuka, dikabarkan para pemilik ternak ada yang belum menerima pembayaran penjualan ternak sapi atau kerbau untuk program daging megang. (Yd).

Exit mobile version