Ada “Penghianat” di Lingkungan Pejabat Pemkab Aceh Tengah

Gambar Ilustrasi

Detikgayonews.com, Takengon | Beberapa hari lalu sempat mengemuka kabar tentang  salah seorang Kepala Bagian (Kabag) di Setdakab Aceh Tengah melakukan penggalangan dana untuk kegiatan Peringatan Hari Pers (HPN) ke-80 tahun 2026.

‎Mekanisme penggalangan dana ini, sempat menjadi polemik lantaran pesan singkat (Whattsapp-red) Kabag Prokopim Setdakab Aceh Tengah bocor ke publik. Didalam pesan itu, tercantum salah satu organisasi wartawan serta nomor rekening tujuan.

‎Seyognyanya, pesan WhatsApp itu, hanya untuk internal pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Tengah. Tetapi ada oknum pejabat yang  “berhianat” menyebarkan pesan WhatsApp ke publik hanya karena tidak ingin ikut berpartisipasi.

‎Bocornya persoalan ini, mengindikasikan bahwa para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Tengah mulai tidak solid lantaran ada oknum pejabat yang terkesan melubangi kapalnya sendiri.

‎Polemik ini, tak luput dari perhatian masyarakat. Bahkan timbul beragam tanggapan dari sejumlah kalangan yang menyesalkan adanya pejabat yang lalai dengan membocorkan urusan internal ke publik.

‎”Bupati Aceh Tengah harus mencari siapa yang membocorkan dan menyebarkan isi pesan itu.  Ini mengindikasikan bahwa pejabat di Aceh Tengah tidak solid,” kata salah seorang warga yang menolak namanya dipublikasi (11/2/2026).

‎Menurutnya, polemik soal penggalangan dana untuk HPN merupakan contoh kecil, bahwa ada kalangan pejabat yang belum mampu menjaga kerahasiaan di lingkungan mereka sendiri sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan.

‎”Ini contoh kecil saja. Bagaimana nanti jika ada hal yang benar-benar rahasia, belum apa-apa sudah disebarkan ke publik oleh pejabat itu sendiri. Ini akan menjadi batu sandungan di tataran pemerintah,” tuturnya.

‎Sebelumnya, sejumlah media online mengabarka bahwa ada sejumlah kepala dinas serta camat di Aceh Tengah merasa keberatan untuk  ikut berpartisipasi di acara HPN yang akan diselenggarakan pada 9 Pebruari 2026.

‎Oknum itu, bukan sekedar menolak tetapi justru “nyinyir” di pemberitaan sejumlah media bahkan “tega” menyebarkan isi pesan WhatsApp Kabag Prokopim ke publik sehingga menimbulkan polemik.

‎”Bupati Haili Yoga sudah bisa mengevaluasi kembali kredibilitas oknum pejabat ini. Jika tidak, akan menjadi bumerang untuk Pemkab Aceh Tengah. Bukan hanya dari sisi SDM tetapi harus diberikan pemahaman soal komunikasi publik,” pungkasnya. (Yd).

Exit mobile version