Detikgayonews.com| Takengon – Akses kesehatan yang merata menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Aceh Tengah. Di tengah tantangan geografis berupa wilayah perbukitan yang tersebar, banyak warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan tepat waktu. Untuk mengatasi masalah ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah nomor urut 1, Bardan Sahidi dan Karimansyah, yang dikenal dengan singkatan “Beriman,” memperkenalkan program unggulan: Satu Kampung Satu Puskesdes.
Program ini dirancang untuk memastikan setiap kampung memiliki pusat layanan kesehatan desa (Puskesdes) yang mudah diakses. Menurut Bardan Sahidi, kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi tanpa hambatan, terlepas dari lokasi geografis. “Dengan adanya Puskesdes di setiap kampung, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang merasa terabaikan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Bardan, Jum’at (22/11) saat berkampanye di Takengon, Aceh Tengah.
Karimansyah menambahkan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya ibu hamil, balita, dan lansia, yang selama ini menjadi kelompok rentan. “Puskesdes akan menjadi garda terdepan untuk memberikan layanan preventif, kuratif, dan edukatif bagi warga di pedalaman,” katanya.
Untuk mewujudkan program ini, pasangan Beriman telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, mereka akan melakukan pemetaan kebutuhan kesehatan di setiap kampung. Data ini akan menjadi acuan untuk menentukan fasilitas dan tenaga kesehatan yang diperlukan di masing-masing Puskesdes.
Langkah kedua adalah merekrut dan melatih tenaga kesehatan lokal, seperti perawat dan bidan, agar siap ditempatkan di Puskesdes. Menurut Bardan, pelibatan tenaga lokal akan membantu meningkatkan efektivitas layanan karena mereka memahami kondisi dan budaya setempat.
Ketiga, Beriman berkomitmen menggandeng pemerintah pusat dan lembaga swasta untuk mendukung pendanaan pembangunan Puskesdes. “Kami tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga mencari dukungan dari berbagai pihak demi terwujudnya program ini,” jelas Karimansyah.
Selain itu, pasangan Beriman akan memprioritaskan digitalisasi layanan kesehatan desa. Dengan dukungan teknologi, seperti telemedicine, warga di kampung terpencil dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus bepergian jauh. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan secara signifikan.
Dengan visi besar ini, Bardan Sahidi dan Karimansyah optimistis bahwa program Satu Kampung Satu Puskesdes dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mewujudkan Aceh Tengah yang lebih sehat dan sejahtera. “Kami tidak hanya ingin membangun fasilitas, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” tutup Bardan.













