Iklan

Sebelas Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Tenggara Masih Andalkan Jembatan Darurat

19 Oktober 2026 · 13:57 WIB · 2 menit baca
Jembatan Mbarung di Aceh Tenggara hanyut diterjang banjir pada November 2025. Hingga kini, warga masih mengandalkan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya sebagai akses penyeberangan Sungai Alas.ist

detikgayonews.com Aceh Tenggara | Sebelas bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025, warga di Kecamatan Lawe Alas dan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, masih mengandalkan jembatan darurat untuk menyeberangi Sungai Alas. Jembatan permanen yang menjadi akses penghubung masyarakat hingga kini belum terealisasi.

Jembatan Mbarung di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, menjadi salah satu akses penting bagi warga dari dua kecamatan menuju pusat Kota Kutacane. Setelah jembatan tersebut hanyut diterjang banjir, masyarakat membangun penyeberangan darurat secara swadaya agar mobilitas warga tetap berjalan.

Namun, jembatan darurat sepanjang sekitar 100 meter itu rentan hanyut ketika debit Sungai Alas meningkat. Setelah kondisi sungai memungkinkan, warga kembali bergotong royong memperbaiki jembatan agar dapat digunakan untuk menyeberang.

Warga Aceh Tenggara, Deni Alfandi, mengatakan kondisi tersebut turut menghambat aktivitas masyarakat, terutama pelajar dan guru. Ketika sungai meluap, akses penyeberangan terputus sehingga kegiatan belajar mengajar ikut terganggu.

“Setiap kali Sungai Alas meluap, jembatan darurat ini bisa hanyut dan warga harus kembali memperbaikinya secara swadaya. Kondisi ini juga berdampak pada pelajar dan guru yang tidak bisa melintas saat banjir. Kami berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar akses masyarakat kembali aman dan aktivitas warga tidak terus terganggu,” ujar Deni.

Selama ini, warga harus mengandalkan tenaga dan biaya sendiri untuk mempertahankan akses penyeberangan tersebut. Masyarakat berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar mobilitas warga dan aktivitas pendidikan tidak terus terkendala setiap kali debit Sungai Alas meningkat.

CHANNEL DETIK GAYO

Lihat semua video →