Ketua KPA Wilayah Aceh Tengah Imbau Masyarakat Jaga Kedamaian dan Persatuan Aceh

DetikGayoNews, Aceh Tengah | Dalam momentum 4 Desember yang memiliki makna dan perjalanan sejarah tersendiri bagi masyarakat Aceh, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Tengah, Ismuddin alias Renggali, mengajak seluruh pemuda dan masyarakat Aceh untuk terus menjaga kedamaian, persatuan, serta suasana yang aman dan kondusif.
Ismuddin mengatakan, momentum tersebut hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan Aceh sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga perdamaian yang telah terbangun.
“Melalui kesempatan ini, saya mengimbau kepada seluruh pemuda dan masyarakat Aceh agar tetap tenang, bijak, serta senantiasa menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun ajakan yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Ismuddin alias Renggali.
Ia menegaskan bahwa setiap momentum bersejarah hendaknya disikapi secara dewasa dan menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kedamaian serta masa depan Aceh.
“Mari kita jadikan momentum 4 Desember sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan terus merawat perdamaian. Apabila ada aspirasi yang ingin disampaikan, hendaknya dilakukan secara santun, tertib, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Menurut Ismuddin, kedamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh merupakan hal yang harus terus dijaga oleh seluruh pihak. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan tidak memberikan ruang bagi hal-hal yang dapat menimbulkan ketegangan maupun kesalahpahaman.
KPA Wilayah Aceh Tengah berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), hingga seluruh warga Aceh dapat bersama-sama menjadi bagian dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pandangan jangan sampai membuat kita terpecah. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga persaudaraan, perdamaian, dan bersama-sama membawa Aceh ke arah yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” tutup Ismuddin alias Renggali.





