Iklan

Jejak Kebaikan Muhamad Taufik di Mata Anggota dan Warga Aceh Tengah

15 September 2026 · 15:04 WIB · 3 menit baca

Detikgayonews.com, Takengon | Kurang lebih sekitar 14 bulan, AKBP Muhamad Taufik menjabat sebagai Kapolres Aceh Tengah. Sosok pemimpin muda di jajaran penegak hukum ini meninggalkan kesan baik, bukan hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat.

Setahun dua bulan itu merupakan waktu yang sangat singkat. Sebab gaya kepemimpinan Muhamad Taufik yang tidak kaku, membuat sebagian besar anggota maupun warga merindukan sosok pemimpin serupa di masa yang akan datang.

Selama memegang pimpinan, perwira menengah ini dikenal jauh dari kesan kaku. Pendekatan kepemimpinannya yang humanis dan penuh empati berhasil membangun suasana kekeluargaan, baik di dalam markas maupun di tengah kehidupan masyarakat setempat.

Pada Juni 2025 lalu, Muhamad Taufik menginjakan kakinya di Dataran Tinggi Gayo (DTG) sebagai Kapolres Aceh Tengah. Namun pada September 2026, ia berpindah tugas menjadi Kapolres Nagan Raya. Rotasi di tubuh institusi penegak hukum ini merupakan hal yang wajar.

Namun kepindahan Muhamad Taufik meninggalkan banyak kesan, walau hanya dalam waktu singkat. Banyak anggotanya yang merasa kehilangan walaupun tak langsung mengungkapkan secara terbuka.

“Aku bang, hampir nggak pernah liat bapak tu marah. Orangnya santai, yang penting tugas yang diberikan harus kelar,” ungkap salah seorang anggota Polres Aceh Tengah yang menolak namanya di publikasi kepada Detikgayonews.com, Selasa (15/9/2026) malam.

Meski selama bertugas lebih banyak ditempatkan di bagian reserse, Muhamad Taufik dikenal sebagai sosok yang low profile. “Kemarin, pas lepas sambut di Polres, kami disalaminya satu persatu. Ini sangat berkesan bagi kami,” sambungnya.

Kesan baik, bukan hanya muncul dari internal Polres Aceh Tengah, tetapi beberapa warga Kota Takengon juga melihat Muhamad Taufik merupakan sosok yang ramah. Bahkan sering terlihat ngopi bersama warga.

Baru lima bulan bertugas di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Muhamad Taufik mendapati tugas berat seiring dengan terjadinya bencana hidrometeorologi 25 Nopember 2025 lalu.

Selama beberapa bulan, ia bersama anggota Polres Aceh Tengah “bermain” lumpur menerobos lokasi-lokasi terisolir untuk mengantar bantuan bagi warga yang terdampak bencana. Tak perduli, harus melintas kawasan rawan demi memberikan rasa aman bagi warga korban bencana.

“Beliau merupakan Kapolres yang luar biasa. Selama bencana banjir bandang dan tanah longsor lalu, kita lihat hampir setiap hari ke lokasi bencana. Bahkan pasca bencana berbagai bantuan terus mengalir dari Polres Aceh Tengah,” puji seorang warga Takengon, Irawan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Detikgayomews.com, pria kelahiran Lampung, 20 Mei 1986 ini merupakan putra dari pasangan Bapak Wahyu dan Ibu Atih setiawati.

Ia besar di Bandar Lampung, pendidikan dasar ditempuh di SDN 2 Way Halim Permai Bandar Lampung, dilanjutkan ke SLTPN 4 Bandar Lampung dan SMU Negeri 4 Bandar Lampung.

Sejak muda, AKBP Muhamad Taufiq dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tekad yang kuat sehingga menghantarkan ia masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2004.

Selama di Aceh, jabatan yang diemban dimulai dari Jabatan Kapolsek Kuta Alam Polresta Banda Aceh pada 20015.

Ia juga pernah dua kali menjabat sebagai Kasatreskrim di dua daerah yang berbeda yakni Kasat Reskrim Polres Langsa pada 2016 dan Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh tahun 2017.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq menjabat sebagai Kasubdit 4 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh. Kini, Muhamad Taufik mengemban tugas sebagai Kapolres Nagan Raya. (Yd).

CHANNEL DETIK GAYO

Lihat semua video →