Janji Pengembangan untuk UGP Masih Menguap, Mahasiswa Tagih Komitmen Pemda Aceh Tengah

Detikgayonews.com | Takengon – Civitas akademika Universitas Gajah Putih (UGP) menyuarakan kekecewaan atas lambatnya realisasi janji komitmen pengembangan dari Pimpinan Daerah Kabupaten Aceh Tengah. Padahal, janji tersebut telah disampaikan enam bulan lalu, namun hingga November 2025, mahasiswa belum melihat tindak lanjut yang nyata.

Sekretaris Jenderal Pemerintahan Mahasiswa UGP (PEMA UGP), Angga, menegaskan bahwa kampus tertua di Aceh Tengah yang berdiri sejak 1986 ini merasa belum merasakan “angin segar” yang dijanjikan.

“Sampai saat ini, sudah November 2025, kami belum melihat realisasi nyata dari janji yang disampaikan. Kami berharap Bapak Wakil Bupati tidak lupa dan segera mengindahkannya,” ujar Angga tegas.

Bibit Janji dari Sebuah Acara Akbar

Janji dukungan ini berawal dari momen bersejarah ketika UGP sukses menjadi tuan rumah acara akbar BEM Nusantara Aceh pada Mei 2025 silam. Acara yang dihadiri sekitar 40 perwakilan universitas se-Aceh itu menjadi panggung bagi UGP untuk memamerkan potensi dan kapasitasnya.

Dalam kesempatan pelantikan BEM Nusantara Aceh pada 5 Mei 2025, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang hadir secara langsung, berpidato dan menyatakan komitmennya. Saat itu, Muchsin menyatakan akan memperhatikan, melihat, dan mempertimbangkan masa depan Universitas Gajah Putih.

Sayangnya, enam bulan pasca janji itu mengudara, komitmen tersebut masih menjadi tanda tanya besar dan belum terwujud dalam bentuk dukungan konkret.

Tak Hanya dari Wakil Bupati, Janji Bupati Juga Ditagih

Tidak hanya janji dari Wakil Bupati, Angga juga menyoroti komitmen lain yang disampaikan oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga. Kabar rencana Bupati untuk memberikan Kuliah Umum di UGP mencuat setelah audiensi PEMA UGP dan sejumlah BEM fakultas dengan Rektorat.

“Kami berharap apa yang disampaikan Bapak Bupati juga segera menjadi kenyataan. Karena sejatinya setiap perkataan adalah janji dan itu harus teralisasi,” tegas Angga, mewakili suara seluruh mahasiswa UGP.

UGP adalah Aset Strategis yang Perlu Dukungan Nyata

Angga menekankan bahwa UGP, dengan lokasinya yang strategis di bagian barat Aceh Tengah dan berdekatan dengan proyek strategis nasional, harus dipandang sebagai aset penting pendidikan. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dinilai crucial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan wilayah.

Mahasiswa UGP, melalui PEMA UGP, mendesak dengan sangat kepada pimpinan daerah untuk segera merealisasikan seluruh komitmen yang telah diucapkan. Realisasi janji ini dinilai kunci bagi kemajuan kampus dan kontribusi UGP yang lebih besar bagi pembangunan Aceh Tengah ke depan.

(Rilis/DG)

Exit mobile version