Mari Dukung BPJN Aceh Wujudkan Jalan dan Jembatan Permanen demi Masa Depan Aceh Tengah dan Bener Meriah

Detikgayonews.com | Takengon — Sudah saatnya kita memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Pelaksana Tugas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini. Putra terbaik Aceh ini dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memimpin pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Bumi Serambi Mekkah.

Pasca-bencana yang melanda, BPJN Aceh bergerak cepat. Bersama Kementerian PUPR dan Satgas Galapana DPR RI, mereka turun langsung meninjau kondisi kritis jalan serta Jembatan Enang-Enang, Rabu (01/07/2025).

Langkah nyata ini membuktikan keseriusan pemerintah—bukan sekadar mencari solusi darurat, melainkan merancang pembangunan jalan dan jembatan permanen yang akan menjawab kebutuhan masyarakat untuk puluhan tahun ke depan.

 

Memang, membangun jembatan di lokasi yang ada bukan hal sulit. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana infrastruktur yang dibangun hari ini memiliki nilai strategis bagi masa depan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pembangunan harus berwawasan jangka panjang—dirancang tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Bayangkan potensi besar yang kita miliki: Kopi Gayo, komoditas unggulan yang mendunia. Namun, apa artinya kopi terbaik di dunia jika akses jalan nasional masih terhambat? Infrastruktur jalan yang andal adalah kunci efisiensi distribusi hasil perkebunan, termasuk memungkinkan angkutan kontainer melintas dengan aman dan lancar.

Cita-cita kita ke depan sangat jelas: kopi dari Takengon dan Bener Meriah tidak lagi harus melalui proses klaim, karantina, dan administrasi ekspor yang berbelit-belit di Medan. Kita ingin seluruh rangkaian ekspor dapat dilakukan langsung dari Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jika itu terwujud, nilai tambah akan dirasakan langsung oleh daerah—pendapatan masyarakat meningkat, dan posisi kopi Gayo di kancah internasional semakin kokoh.

Namun, mimpi besar itu hanya mungkin jika akses jalan mampu dilalui kendaraan kontainer. Karena itulah, dalam peninjauan lapangan bersama Kementerian PUPR, BPJN Aceh, dan Satgas Galapana DPR RI, muncul gagasan strategis: menata ulang trase jalan, membuka jalur baru dari bagian atas apabila memungkinkan, serta membangun jembatan layang sebagai solusi jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu memperpendek akses dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Komunikasi intens antara Satgas Galapana DPR RI dan Menteri PUPR pun telah berjalan. Pada prinsipnya, respons yang diberikan sangat positif—pemerintah pusat terbuka terhadap solusi terbaik bagi pembangunan ruas jalan strategis Aceh Tengah–Bener Meriah.

Januar Effendi, S.IP. Koordinator Posko Galapana Satgas DPR RI Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah

Sebagai Koordinator Posko Galapana Satgas DPR RI yang bertugas langsung di lapangan, saya menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah sangat menantikan kehadiran infrastruktur jalan dan jembatan yang layak. Aspirasi ini telah kami sampaikan secara terus-menerus kepada pemerintah pusat melalui berbagai forum dan kunjungan kerja.

Saya menegaskan bahwa saat ini yang kita butuhkan bukanlah mendorong pergantian pimpinan BPJN, melainkan memperkuat sinergi dan memberikan kepercayaan penuh kepada BPJN Aceh di bawah kepemimpinan Plt. Zulkarnaini. Mari kita fokus pada kerja nyata, bukan pada pergeseran kursi kepemimpinan yang hanya akan menghambat laju pembangunan.

Posko Galapana Satgas DPR RI terus mengawal proses ini agar pembangunan berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Kami akan memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat dan keberlanjutan daerah ke depan.

Mari kita bersatu. Dukungan kita semua—masyarakat, tokoh adat, pemerintah kabupaten, hingga seluruh elemen bangsa—adalah energi positif yang akan mendorong realisasi pembangunan infrastruktur yang berorientasi masa depan.

Mari dukung BPJN Aceh. Mari wujudkan jalan dan jembatan permanen demi kemajuan Aceh, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Karena pembangunan yang kita bangun hari ini adalah warisan untuk generasi yang akan datang.

Exit mobile version