Gelar Rapat di Museum Negeri Gayo, Pemkab Aceh Tengah Serius Bentuk Taman Budaya

*Diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI pada April 2026 mendatang 

Detikgayonews.com, Takengon | Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merespon serius pembentukan taman budaya di Kota Takengon yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Pembentukan taman budaya itu, untuk menghidupkan kembali Museum Negeri Gayo sehingga digelar rapat pembentukan yang dilaksanakan di UPTD Museum Negeri Gayo, Kamis (26/2/2026).

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si mendorong pembentukan taman budaya tersebut. Adapun rapat dihadiri anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para Asisten, Tenaga Ahli Bupati, Kepala SKPK, para Camat, unsur aset dan PAD.

Selanjutnya, Ketua KNPI, Reje Blang Kolak I dan II, LSM, serta para budayawan dan Seniman Gayo serta beberapa Komunitas sanggar.

Dalam rapat tersebut, Bupati Haili Yoga menyampaikan bahwa Museum Negeri Gayo sebelumnya sempat berada dalam kondisi memprihatinkan akibat rendahnya jumlah kunjungan dan keterbatasan fasilitas, bahkan berpotensi mengalami penurunan status.

Oleh karena itu, pertemuan Bupati dengan pihak Kementerian Kebudayaan beberapa waktu lalu menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan sekaligus mengembangkan museum sebagai pusat pelestarian budaya Gayo.

“Hari ini kita bermusyawarah untuk membentuk Taman Budaya Gayo. Nantinya seluruh atraksi budaya dan kegiatan budayawan akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun. Dalam tahun ini juga direncanakan akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan,” kata Bupati Haili Yoga.

 

Adapun beberapa arah kebijakan yang disampaikan dalam rapat tersebut, diantaranya Program Museum Negeri Gayo harus dikemas lebih menarik, termasuk gerakan penggunaan bahasa Gayo dan pemakaian busana kerawang Gayo.

Melestarikan sejarah dan budaya menjaga dan memunculkan kembali nilai – nilai budaya bangsa yang mungkin memudar seiring waktu.

Gedung Olah Seni (GOS) akan ditata menjadi wajah baru dengan pertunjukan atraksi budaya, serta menjadi ruang ekspresi bagi seluruh masyarakat Aceh Tengah setiap hari.

Lapangan Musara Alun akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan resmi, pertunjukan budaya, dan berbagai event daerah

Kawasan Taman Budaya akan menjadi ruang publik strategis untuk penyampaian program pembangunan kepada masyarakat.

Seluruh perangkat daerah, camat, puskesmas, dan reje serta masyarakat didorong untuk melakukan kunjungan ke kawasan bersejarah Kerajaan Linge serta berkontribusi dalam menjaga fasilitas yang ada.

Museum Negeri Gayo serta berdirinya Taman budaya adalah salah satu jawaban bahwa komitmen pemerintah pusat melalui pemerintah daerah untuk terus menjaga hak kebudayaan Gayo serta melindungi kesenian.

Hal itu sebagai wujud nyata sebuah suku bangsa yang terus diperkuat sebagai indentitas asli, serta membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya wadah tersebut, maka dapat dijadikan sebagai ruang ekspresi bagi seniman , budayawan , serta UMKM khususnya yang ada di Aceh Tengah. (Rel/Yd).

Exit mobile version