Detikgayonews.com, Takengon | Renovasi dua tugu dan satu gapura di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah yang bersumber dari dana promosi PT Bank Aceh sampai dengan saat ini masih mangkrak.
Sejak tahun lalu, wacana renovasi akan dilakukan, namun hingga menjelang akhir Pebruari 2026, belum ada tanda-tanda pengerjaan akan dilanjutkan. Ketiga titik sasaran renovasi yaitu Tugu Simpang Lima, Tugu Aman Dimot dan gapura pintu masuk menuju Danau Lut Tawar.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi 26 Nopember 2026 lalu, menjadi alasan tertundanya pengerjaan tugu maupun gapura di Aceh Tengah oleh pihak PT. Bank Aceh.
Pasalnya, sejak tahun lalu Tugu Simpang Lima di Kota Takengon, sudah dipagari seng namun hingga kini belum menunjukkan progres pengerjaan. Alhasil, warga mempertanyakan keseriusan pihak PT. Bank Aceh.
Tugu Simpang Lima bukan sekadar struktur fisik di jantung Kota Takengon. Selama puluhan tahun, tugu ini telah menjadi landmark yang menggambarkan sejarah, budaya, dan filosofi masyarakat Gayo.
Di tengah status Takengon sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Aceh, terbengkalainya proyek ini dianggap merusak estetika ruang publik.
Pagar seng justru menutupi keindahan kota dan menghalangi pemandangan pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Ketidakjelasan nasib proyek ini memantik kekesalan warga yang melintasi area tersebut setiap hari.
“Saya perhatikan, dari tahun kemarin sudah dipagar katanya akan renovasi. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerja atau aktivitas pengerjaan. Ini malah merusak pemandangan kota,” ujar Edi, salah seorang warga Takengon dengan nada kecewa, Senin (23/2/2026).
Edi menilai, jika benar dana renovasi Tugu Simpang Lima, Kota Takengon berasal dari dana promosi Bank Aceh, semestinya pengerjaannya lebih cepat rampung.
“Jadi perlu kita pertanyakan keseriusan Bank Aceh dalam menggelontorkan dana promosinya untuk renovasi tugu itu. Masa dari tahun kemarin, nggak kelar-kelar,” kata Edi.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata untuk menuntaskan renovasi ini, demi mengembalikan marwah ikon Kota Takengon.
“Kalau Bank Aceh tak serius kembalikan aja ke pemerintah untuk mengerjakannya. Jangan cuma rencana aja, tapi realisasinya lelet dan bikin jelek pemandangan di pusat kota,” kesalnya.
Menjawab sorotan warga, Kabid Produk dan Pemasaran, PT. Bank Aceh, T. Zulfikar kepada Detikgayonews.com, mengakui jika proses pengerjaan tugu dan gapura dj Aceh Tengah tertunda lantaran terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor Nopember 2025 lalu.
“Semestinya sudah dikerjakan pada tahun lalu, cuma karena bencana sehingga proses pengerjaan renovasi tugu dan gapura di Aceh Tengah ditunda di tahun ini. Waktu itukan kondisi tidak memungkinkan untuk dikerjakan,” katanya.
Menurut Zulfikar, direncanakan pihak PT. Bank Aceh akan melanjutkan pengerjaan renovasi tugu dan gapura di Aceh Tengah, paska lebaran 1447 H.”Saat ini, kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak vendor untuk melanjutkan pengerjaan itu,” pungkasnya. (Yd).
